Wahyu dan Al-Qur'an



A.     Pengertian Wahyu dan Al-Qur’an
Al-Qur’an dalam bahasa Arab adalah turunan dari kata “Qara’a” yang berarti bacaan. Secara istilah Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad Saw melalui malaikat Jibril.
Sedangkan wahyu secara bahasa berarti sunyi dan cepat. Dalam Al-Qur’an, kata wahyu dapat kita temukan dengan makna yang berbeda-beda diantaranya:
  1. Ilham suci yang diberikan kepada manusia, seperti ilham yang diterima oleh Ibu Nabi Musa agar menyusui anaknya (QS. Al-Qasas: 7)
  2. Insting yang Allah berikan kepada binatang, seperti insting Lebah untuk membangun rumah di gunung atau pohon (QS. An-Nahl: 68)
  3. Isyarat yang cepat, sebagaimana yang dialami oleh Nabi Zakaria saat akan mendapatkan seorang putra (QS. Maryam: 11)
  4. Bisikan Setan dan dorongan hawa nafsu yang ada dalam diri manusia (QS. Al-An’am: 112, 121)

Adapun yang dimaksud dengan wahyu adalah firman Allah yang diturunkan kepada para Nabi-Nya. Muhammad Abduh dalam bukunya “Risalah Tauhid’ memberikan pengertian wahyu sebagai: Sebuah pengetahuan yang didapatkan oleh seseorang dan langsung ada dalam dirinya dan dia yakin bahwa itu adalah dari Allah baik melalui perantara maupun tanpa perantara.

B.     Cara Wahyu diturunkan
Wahyu yang Allah berikan kepada para Nabi dan Rasul-Nya melalui beberapa cara, yaitu:
  1. Melalui perantara malaikat Jibril. Saat wahyu diturunkan melalui perantara malaikat Jibril, ada beberapa bentuk penyampaian, yaitu:
-          Suara lonceng yang sangat keras
-          Malaikat mendatangi Nabi dalam bentuk manusia
  1. Tanpa perantara malaikat Jibril:
-          Melalui mimpi saat tidur
-          Langsung berbicara dengan Nabi dari balik hijab


C.     Proses diturunkannya Al-Qur’an
Berbeda dengan kitab-kitab suci Allah yang lain, Al-Qur’an diturunkan Allah melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Saw secara bertahap, sedikit demi sedikit, selama kurang lebih 23 tahun.
Adapun hikmah yang bisa kita ambil dibalik turunnya Al-Qur’an secara bertahap adalah:
  1. memantapkan hati Rasulullah
  2. memudahkan kaum muslimin untuk menghafal dan memahaminya
  3. memudahkan penerapan syariat Islam karena disesuaikan dengan kondisi kaum muslimin

D.    Kedudukan, Fungsi dan Tujuan Al-Qur’an
Sebagaimana telah kita bahas diatas, Al-Qur’an merupakan firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Al-Qur’an adalah mu’jizat kerasulan Nabi Muhammad. Isinya terdiri atas pedoman hidup, hukum dan tuntunan untuk mencari keridhaan Allah. Untuk itu, umat Islam wajib menjadikan Al-Qur’an sebagai pegangan dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Al-Qur’an adalah sumber hukum Islam yang pertama, maka dari itu kita sebagai umat Islam wajib patuh dan tunduk pada aturan dan hukum yang terkandung di dalamnya. Kandungan Al-Qur’an merupakan petunjuk kepada jalan yang diridhai oleh Allah yang akan membuat manusia selamat dalam menjalani hidup dunia dan akhirat.

E.     Pokok-Pokok Isi Al-Qur’an
  1. Hukum I’tiqadiah: hukum yang menerangkan tentang keimanan kepada Allah, Malaikat-Nya, Rasul-Nya dan hari kiamat
  2. Hukum Khuluqiah: hukum yang mengatur manusia dalam hal tata cara (berakhlak) kepada sesama dan lingkungan sekitar
  3. Hukum amaliah: mengatur tentang segala kegiatan manusia (ekonomi, ibadah, pernikahan dan lain-lain) :
-          Hukum Ibadat seperti shalat, puasa, zakat dan haji
-          Hukum Muamalat seperti ekonomi, jinayat (pidana), perundang-undangan dan lain-lain


F.     Cara Mencari Surat dan Ayat
Jika kita melihat banyaknya jumlah ayat dalam Al-Qur’an yang begitu banyak, berisi kurang lebih 6600 ayat, yang terbagi ke dalam 30 juz dan 114 surat, tentu dalam benak kita akan terpikir kesulitan untuk bisa menemukan sebuah ayat tentang sebuah tema. Kesulitan tersebut wajar adanya jika kita tidak menggunakan buku indeks ayat Al-Qur’an. Pada saat ini banyak sekali bisa kita dapatkan buku indeks ayat yang telah disusun sehingga mudah bagi kita untuk menemukan ayat dan surat yang kita kehendaki, baik yang disusun secara tematik maupun yang berdasarkan pada kalimat atau kata yang merupakan bagian ayat. Diantaranya yaitu:
  1. berdasarkan kata. Pencarian dengan metode ini kita tinggal mencari kata yang diinginkan berdasarkan urutan huruf (alfabetis), selanjutnya akan tertera nomer urut surat dan ayat, contoh kita mencari kata “ أَمَنُوْا ”, maka carilah di huruf alif. Setelah kita temukan kata tersebut maka akan temukan di dalam surat dan ayat yang mencantumkannya dalam bentuk nomer surat dan ayat (2 : 9, 14…..).

  1. berdasarkan tema (tematik). Pencarian dilakukan sesuai dengan tema-tema yang termuat dalam Al-Qur’an.

Disamping dalam bentuk buku, seiring perkembangan teknologi yang semakin maju, indeks ayat Al-Qur’an bisa kita dapatkan dalam bentuk VCD, diantaranya adalah VCD Qur’an digital yang didalamnya tersedia pencarian ayat berdasarkan tema dan kata (kalimat).



[1] Sumber rujukan penulisan rangkuman materi ini diambil dari buku Mabahits fi Ulumil Qur’an karya Manna’ Qatthan, Pendidikan Agama Islam, untuk SMA Kelas X karya M. Luthfi Ubaidillah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kandungan QS. Al-Kautsar

Kandungan QS. Al-Humazah

Kandungan QS. Al-Insyirah